Wednesday, September 2, 2015

Raisin and Walnut French Bread

Walnut & Raisin French Bread
Sometimes I just cook to satisfy my curiosity. I know it's a little bit risky, because I don't know whether I'll love the taste of the food I cook or not. I could've just bought it first before try to make it in my kitchen. But, where's the fun ? Even small mistakes can be a valuable lesson. In the end, after one or two trials, you can enjoy what you cook with a smile and say "I did it !"

This French Bread is only one of my craziest idea when I decided to put it on my recipe-to-try list. I've kneaded bread dough without food processor, twice or trice. As you all probably know that kneading the bread dough with your bare hands (ehem... yup, we are talking no food processor here) is a good exercise for your biceps. Build your muscles in the kitchen, lol, you don't need to go to the gym.
Why French bread ? My motto is "Cook everything at least once", hence I always feel the excitement when I try to cook something new that I never cook before. This is recipe was adapted from Crunchy Bottoms but I omitted the coffee and caraway seeds which I think nothing really change except for the coffee flavor. When I lay my eyes for the first time on French bread in a bakery, sexy was the word comes to mind. I love the golden brown crust with slightly dark burnt color, hard and strong shape. 

By law in French, bread can not have added oil or fat. For instance,  French baguettes must be made from water, flour, yeast, salt and a little amounts of dough improver allowed. French bread also incorporates whole wheat or rye flour in its ingredients. As you know, this bread can be consume in the morning with jam of your choice or honey. You also can combine it with cheese, butter, herbs, anything you like.
Enjoy....

Sunday, August 16, 2015

Indonesiaku Kulinerku, Wisata Kuliner satu hari di Bandung

17 Agustus 2015, Indonesia akan merayakan Hari Kemerdekaan yang ke 70. Mal Ciputra Jakarta juga tidak ketinggalan untuk ikut berpartisipasi merayakannya dengan mengadakan event kuliner "Indonesiaku Kulinerku Kampoeng Legenda". Event ini menampilkan 60 jenis kuliner legendaris dari seluruh Indonesia, yang semuanya bisa anda nikmati di Mal Ciputra Jakarta mulai dari 12 - 23 Agustus 2015.

Keanekaragaman kuliner Indonesia yang begitu kaya patut kita lestarikan, karena semua itu merupakan bagian dari sejarah bangsa. Menurut saya pribadi, makanan Indonesia sangat kaya rasa dan berani dengan bumbu. Pokoknya tidak kalah dengan makanan dari negara lain.

Sebagai salah satu blogger terundang untuk ikut mencicipi beberapa kuliner legendaris di Bandung langsung di tempatnya, tentunya senang sekali. Wisata kuliner sehari bersama Mal Ciputra, para awak media dan para blogger. Dan di situ saya ketemu food blogger yang selama ini saling kenal di dunia maya saja. Namanya si Cantik Winda dari Gulanya Gulali.
PSX_20150812_205608
Maksa foto berdua sebelum berangkat ke lokasi terakhir. Dan tepat di depan kita itu ada bis dan para peserta yang sudah nunggu kita selesai foto. (sambil diteriakin "woiii cepetan fotonya") :p
 
Kali ini, saya akan merangkum hasil putar-putar Bandung dan icip-icip di empat tempat makan yang wajib kamu kunjungi kalau kamu ke Bandung. Selain karena sudah diteruskan secara turun temurun dalam keluarga dan melalui waktu yang tidak sebentar (bahkan puluhan tahun !!), rasanya juga patut diberi empat jempol.

LOTEK KALIPAH APO
Nama "Lotek Kalipah Apo' ini karena lokasi rumah makan terletak di Jl. Kalipah Apo No. 42, Bandung. Hari sudah siang dan Lotek menjadi menu makan siang kami semua. Campuran sayuran seperti kangkung, kol, tauge serta lontong dengan bumbu kacang yang manis dan tidak kering ditambah taburan bawang goreng dan kerupuk udang. Rasanya seperti gado-gado atau pecel. Lotek ini pas di lidah saya, semua saya santap sampai habis !  Disambut oleh sang pemilik, Lydia Jo, yang menjelaskan tentang sejarah awal Lotek Kalipah Apo yang dimulai oleh nenek dan ibu beliau di tahun 1953 dengan menumpang jualan di depan rumah orang. Lydia merupakan generasi ke tiga yang meneruskan bisnis jualan lotek dengan mempertahankan kualitas sehingga rasanya tetap terjaga.
Alamat : Jalan Kalipah Apo No. 42, Bandung
No. Telp. : (022) 4205983


SOTO AHRI
sotoahri
Di Indonesia banyak sekali jenis soto, bahkan setiap daerah mempunyai soto khasnya masing-masing. Seperti Soto Betawi, Soto Kudus, Soto Padang, Soto Madura, Soto Lamongan, Soto Medan, Soto Makassar, Soto Sokaraja dan masih banyak lagi. Di Bandung ada sebuah warung soto yang menawarkan soto asli Garut, yaitu Soto Ahri. Usaha Soto Ahri dirintis sejak tahun 1943 oleh Haji Ahri. Saat ini diteruskan oleh cucu dari Haji Ahri, Deden Agustian. Kuah yang kental yang gurih, dengan potongan daging sapi muda yang empuk. Untuk menghasilkan soto yang enak, sapi yang digunakan adalah sapi lokal yang dimasak selama 3-4 jam. Sebuah proses yang panjang ! Semangkok soto dengan nasi dapat dinikmati dengan pelengkap kacang kedelai goreng, sambal, bubuk cabai dan perasan jeruk nipis.
Alamat : Jl. Buah Batu nomor 235, Bandung

KUPAT TAHU GEMPOL
kupatgempol Jangan menilai sesuatu hanya dari bungkusnya. Itu kata-kata yang cocok untuk menggambarkan kuliner yang satu ini. Makanan sederhana, di sebuah warung sederhana di dekat Pasar Gempol, tersimpan rasa yang luar biasa. Sangat tidak salah kalau Kupat Tahu Gempol dibawa ke ajang World Street Food Congres 2015 di Singapura. Kupat Tahu adalah campuran kupat/ketupat dan tahu goreng yang disiram bumbu kacang. Bumbu kacangnya sangat lezat dibuat dari kacang tanah giling dicampur santan, ketupatnya lembut karena berasnya ditumbuk lalu dibungkus daun pisang dan dikukus, potongan tahu goreng dari Cibuntu dan tauge rebus, benar-benar memanjakan lidah saya sore itu. Sejarah panjang Kupat Tahu Gempol diawali pada tahun 1965 oleh Ibu hajar Hasanah dan saat ini diteruskan oleh cucu beliau, Ibu Nuraini. 
Alamat : Jl. Gempol No. 53, Bandung

RESTORAN BRAGA PERMAI
 
Sebagai salah satu restoran tertua di Bandung, Braga Permai masih menjadi tempat makan pilihan saat ini. Di jaman penjajahan Belanda, restoran yang didirikan tahun 1923 ini dahulu bernama Maison Bogerijen merupakan restoran paling elite yang sering dikunjungi oleh orang Belanda. Ada beberapa makanan peninggalan jaman Belanda yang masih bisa dinikmati jika anda berkunjung ke sana, seperti Tompoesjes, Ananas Geap, Speculaas Almond, Ontbijkoek, Booterstaf dan Bitterballen.
Alamat : Jalan Braga No. 58 Bandung


Penasaran ingin mencoba makanan di atas ? Silakan datang ke Mal Ciputra Jakarta karena Indonesiaku Kulinerku Kampoeng Legenda akan hadir sampai 23 Agustus 2015.


 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...